Evaluasi Formatif

Kategori: Catatan Kuliah Anak Ndeso
Diposting oleh amrullah pada Rabu, 28 April 2010
[3640 Dibaca] [2 Komentar]Post to TwitterPost to Facebook

Latar Belakang

 

Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Suatu desain instruksional juga dirancang melalui tahapan perencanaan kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi desain instruksional yang telah dibuat atau dikembangkan, bagaimana pelaksanaan serta hasilnya.

 

Namun dalam kenyataan didunia pendidikan terutama disekolah-sekolah, sangat jarang sekali dilaksanakan evaluasi formatif, sehingga semua produk desain sitem instruksional yang telah dibuat tanpa melalui suatu tahapan yang disebut sebagai evaluasi formatif. Evaluasi formatif sangat diperlukan untuk dapat melihat dan mengetahui bagaimana kelemahan dan kekurangan dari desain istruksional yang telah kita buat.

Dalam setiap penyusunan atau desain instruksional evaluasi formatif sangat diperlukan guna perbaikan terhadap desain yang telah dibuat. Evaluasi formatif dilaksanakan dalam beberapa tahapan guna mendapatkan desain yang instruksional yang baik dan sesuai dengan kebutuhan.

 

Tujuan Penulisan

Adapun yang menjadi tujuan dalam penulisan makalah ini adalah :

1)      Mengumpulkan informasi tentang evaluasi formatif

2)      Sebagai bahan belajar bagi penulis dalam melaksanakan evaluasi formatif

 

Pembatasan Masalah

Adapun yang akan menjadi bahasan dalam makalah ini adalah :

1)      Pengertian evaluasi formatif

2)      Tahapan dalam evaluasi formatif

3)      Komponen dalam evaluasi formatif dan

4)      Bagaimana revisi terhadap produk instruksional

 

Rumusan Maslah

Dalam makalah ini penulis mencoba mengangkat permasalahan tentang :

1)      Apa itu evaluasi formatif ?

2)      Mengapa evaluasi formatif penting untuk dilaksanakan ?

3)      Bagaimana melaksanakan evaluasi formatif ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 
A.    PENGERTIAN EVALUASI FORMATIF

Menurtu M. Atwi Suparman (2004:276) evaluasi formatif adalah sebagai suatu proses menyediakan dan menggunakan informasi untuk dijadikan dasar  pengambailan keputusan dalam rangka meningkatkan kualitas produk atau program instruksional.

Sedangkan menurut Scriven (1991) dalam http://fakultasluarkampus.net/ mendefinisikan evaluasi formatif adalah suatu evaluasi yang biasanya dilakukan ketika suatu produk atau program pembelajaran tertentu sedang dikembangkan dan biasanya dilakukan lebih dari sekali dengan tujuan untuk melakukan suatu perbaikan. Weston, McAlpine dan Bordonaro (1995) dalam http://fakultasluarkampus.net/  menjelaskan bahwa tujuan evaluasi formatif adalah untuk memastikan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dan untuk melakukan perbaikan (improvement) suatu produk atau program pembelajaran. senada juga dinyatakan oleh Worthen dan Sanders, (1997) dalam http://fakultasluarkampus.net/. Mereka menyatakan bahwa evaluasi formatif dilakukan untuk memberikan informasi evaluatif yang bermanfaat untuk memperbaiki suatu program.

Dalam http://en.wikipedia.org Formative evaluation is a type of evaluation which has the purpose of improving programs. Dari pengertian tersebut dapat diartikan sebagai berikut bahwa evaluasi formatif adalah suatu jenis evaluasi yang digunakan untuk meningkatkan program-program yang telah dibuat.

Sedangkan menurut Susan Allen Nan dalam http://www.beyondintractability.org  formative evaluation is an assessment of efforts prior to their completion for the purpose of improving the efforts dapat diartikan bahwa evaluasi formatif merupakan suatu penilaian terhadap program yang telah dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan atau perbaikan pogram tersebut.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi formatif merupakan suatu penilaian terhadap desain instruksional yang telah dibuat dimana hasil evaluasi dipergunakan untuk melakukan perbaikan atau revisi terhadap desain yang telah dibuat tersebut.

 

B.     TAHAPAN DALAM EVALUASI FORMATIF

Menurut M. Atwi Suparman terdapat empat tahap dalam pelaksanaan evaluasi formatif yaitu sebagai berikut :

1)      Reviu

Reviu merupakan kegiatan penilaian suatu program yang dilakukan oleh ahli lain. Dalam kegiatan reviu dapat dilaksanakan oleh beberapa orang ahli misalnya ajli bidang studi, ahli desain fisik dan ahli media. Adapun beberapa masukan yang diharapkan dari kegiatan reviu adalah :

a.       Kebenaran isi atau materi menurut bidang ilmunya dan relevansinya dengan tujuan isntruksional;

b.      Ketepatan perumusan TIU;

c.       Relevansi TIK dengan TIU

d.      Ketepatan perumusan TIK

e.       Relevansi tes dengan tujuan instruksional;

f.       Kualitas teknik penulisan tes;

g.      Relevansi strategi instruksional dengan tujuan instruksional;

h.      Relevansi produk atau bahan isntruksional dengan tes dan tujuan instruksional;

i.        Kualitas teknis produk instruksional.

 

Dalam kegiatan reviu dituntut adanya keterbukaan dan kejujuran setiap anggota tim pengembang instrusional. Hasil kegiatan reviu dianalisis dan kemudian dipergunakan untuk perbaikan atau revisi desain produk isntruksional.

 

2)      Evaluasi satu-satu

Evaluasi satu-satu dilaksanakan antara pengembang desain instruksional dengan beberapa orang siswa secara individual. Dalam pemilihan siswa hendakla harus representative terhadap populasi dimana nantinya bahan instruksional akan diterapkan. Adapun tujuan dari evaluasi satu-satu ini adalah untuk mengurangi kesalahan yang terdapat dalam desain instruksional, selain itu juga evaluasi ini bertujuan untuk mendapatkan komentar siswa tentang isi atau materi pelajaran yang telah dibuat.

Adapun langkah-langkah dalam melaksanakan evaluasi satu-satu menurut M. Atwi Suparman adalah :

a.       Menjelaskan maksud dari evaluasi yang dilaksanakan;

b.      Mendorong siswa mengikuti kegiatan instruksional sebaik-baiknya;

c.       Pada akhir pelajaran siswa diberikan tes;

d.      Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk memberikan komentar terhadap kegiatan instruksional yang telah dilakukan;

e.       Mencatat komentar siswa dan menyimpulkan implikasinya dalam perbaikan kegiatan instruksional secara keseluruhan.

Setelah semua kegiatan tersebut dilaksanakan maka hasilnya dipergunakan untuk melakukan perbaikan atau revisi terhadap produk yang telah dibuat sebelumnya.

 

3)      Evaluasi kelompok kecil

Evaluasi kelompok kecil dilaksanakan dengan melibatkan sekitar 8 – 12 orang siswa. Samahalnya dengan evaluasi satu-satu evaluasi kelompok kecil juga harus terdiri dari sampel yang refresentativ terhadap populasi dimana bahan instruksional nantinya akan dipakai.

Adapaun langkah-langkah dalam evaluasi kelompok kecil menurut M. Atwi Suparman adalah sebagai berikut :

a.       Mengumpulkan siswa sampel dalam suatu ruangan;

b.      Menjelaskan kegiatan instuksional yang akan dilaksanakan;

c.       Melaksanakan kegiatan instruksional dengan bahan yang telah dibuat;

d.      Mencatat komentar siswa terhadap bahan dan proses dan juga komentar terhadap tes yang digunakan;

e.       Melakukan interviu dan mengajukan beberapa pertanyaan terhadap bahan instruksional yang telah dibuat;

f.       Menggunakan hasil evaluasi kelompok kecil untuk merevisi produk.

 

Jika dalam proses evaluasi diperoleh banyak kekurang terhadap produk instruksional bukan berarti produk tersebut harus dibuang. Karena memang tujuan dari evaluasi formatif adalah untuk mendapatkan bermacam kelemahan dari produk untuk dijadikan sebagai dasar dalam memperbaikinya.

 

4)      Uji Coba Lapangan

Uji coba lapangan bertujuan untuk mengidentifikasi kekurangan produk instruksional jika dipergunakan dalam kondisi lingkungan yang mirip dengan kondisi lingkungan sebenarnya dimana produk tersebut akan dimanfaatkan. Adapun tahapan alam uji coba lapangan  ini adalah :

a.       Menentukan sampel sebanyak 15 – 30 siswa;

b.      Mempersiapkan lingkungan, fasilitas dan alat-alat yaqng dibutuhkan;

c.       Melaksanakan kegiatan instruksional;

d.      Mengumpulkan data tentang kuaitas proses dan bahan instruksional;

e.       Menyelenggarakan tes awal dan tes akhir.

 

C.    KOMPONEN PERENCANAAN EVALUASI FORMATIF

 

Terdapat tujuh komponen dalam pengembangan instruksional yaitu :

1)      Maksud evaluasi formatif ?

Dalam melaksanakan evaluasi formatif maksud dilaksanakannya evaluasi formatif adalah untuk merevisi atau memperbaiki produk instruksional yang dibuat bukan untuk menentukan apakah suatu produk dipakai atau tidak.

2)      Siapa yang akan menggunakan hasil evaluasi tersebut ?

3)      Apa informasi yang akan dikumpulkan ?

Dalam pelaksanaan evaluasi formatif informasi yang akan dikumpulkan adalah tentang apa yang menjadi kekurangan dari produk.

4)      Sumber-sumber apa yang diperlukan ?

5)      Bagaimana, kapan dan dimana data dikumpulkan serta siapa yang akan melaksanakan pengumpulan data ?

6)      Bagaimana, kapan dan siapa yang akan  melaksanakan analisis data ?

7)      Bagaimana bentuk laporannya ?

 

D.    MEREVISI PRODUK INSTRUKSIONAL

 

Pelaksanaan evaluasi formatif belum menjamin terjadinya peningkatan kualitas produk isntruksioanal jika rekomendasi yang diperoleh tidak dipergunakan untuk merevisi produk tersebut. Revisi yang dihasilkan dapat dikelompokkan dalam tiga bidang besar yaitu :

1)      Isi dari produk isntruksional.

2)      Kegiatan instruksional meliputi prosedur penggunaan dan penyajian bahan instruksional.

3)      Kualitas fisik bahan instruksional.

Jika perubahan yang dilaksanakan setelah revisi produk pertama sangat besar, maka perlu dilakukan revisi kembali terhadap produk yang telah direvisi pertama. Bila perubahan terhadap produk pertama tidak terlalu besar, maka produk yang kedua (hasil revisi) tidak perlu dilakukan evaluasi lagi.

Bagaimana revisi dilakukan untuk tiap tahapan evaluasi.

1.      Hasil reviu digunakan paling awal dari setiap tahap evaluasi yang lain.

2.      Hasil evaluasi satu-satu merupakan masukan yang penting untuk mengetahui dan memahami kesulitan siswa terhadap bahan dan strategi instruksional. Hasil evalasui satu-satu dan para ahli bidang study banyak menyangkut isi produk instruksional.

3.      Hasil evaluasi kelompok kecil dipergunakan untuk :

a.       Menganalisis kualitas setiap butir tes yang meliputi :

1)      Analisis alternatif jawaban bila digunakan tes pilihan berganda;

2)      Komentar siswa terhadap kejelasan maksud pertanyaan dalam butir tes tersebut.

b.      Menganalisis kenaikan skor jawaban siswa untuk tiap butir tes yang mengukur tiap perilaku dalam TIK dengan cara membaningkan skor tes awal dan tes akhir.

c.       Menganalisis hasil tes akhir dari dua TIK yang mempunyai struktur perilaku yang hierarkikal.

d.      Menganalisis hasil tes akhir dari beberapa TIK yang mempunyai struktur perilaku procedural terutama kawasan psikomotor.

e.       Menganalisis komentar siswa tentang proses instruksional terutama yang menyangkut metode dan media instruksional.

4.      Hasil uji coba lapangan digunakan untuk merevisi produk instruksional dengan menggunakan prosedur yang sama dengan penggunaan hasil evaluasi kelompok kecil.

Analisis hasil uji coba lapangan meliputi :

a.       Membandingkan hasil tes awal dan akhir untuk seluruh butir tes dengan tujuan untuk melihat efektivitas seluruh produk instruksional.

b.      Membandingkan hasil tes awal dan akhir siswa untuk kelompok butir tes yang mengacu pada setiap TIK. Hasil ini dipergunakan untuk melakukan revisi pada bahan dan strategi instruksional yang mengacu pada TIK tersebut.

c.       Menafsirkan komentar siswa tentang kejelasan dan kualitas fisik bahan ajar.

d.      Menafsirkan komentar siswa terhadap proses isntruksioanal terutama metode dan media.

Untuk produk instruksional yang dipergunakan dalam lingkup nasional semua langkah tersebut diatas perlu dilakukan, tetapi untuk desain instruksional yang ruang lingkup penggunaannya tidak terlalu besar misalnya untuk tingkat sekolah dapat dilakukan beberapa alternatif sebagai berikut :

1.      Bila akan dilaksanakan tiga dari empat tahap sebaiknya :

a.       Reviu;

b.      Satu – satu atau kelompok kecil

c.       Uji coba lapangan

2.      Bila akan dilaksanakan dua diantaranya, sebaiknya :

a.       Satu – satu atau kelompok kecil;

b.      Uji coba lapangan.

3.      Bila akan dilaksanakan satu diantaranya sebaiknya satu-satu atau kelompok kecil.

Dalam kenyataan terkadang evaluasi formatif tidak dapat dilaksanakan oleh beberapa faktor diantaranya sebagai berikut :

1.      Adanya kendala waktu

2.      Kurangnya biaya

3.      Untuk evaluasi satu-satu biasanya siswa cenderung tidak mau memberikan komentar yang sebenarnya tentang berbagai kekurangan yang terdapat dalam desain instruksional yang dibuat.

 

 

BAB III

PENUTUP
 

Kesimpulan

Evaluasi formatif adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka melaksanakan perbaikan dan mencari berbagai kekukarangan dan kelemahan desain isntruksional yang dibuat untuk melakukan revisi terhadap desain tersebut.

Dari pengertian diatas menunjukkan bahwa evaluasi formatif sangat penting untuk dilaksanakan karena dengan adanya evaluasi formatif dapat diketahui berbagai kekurangan dan kelemahan dari produk desain instruksional yang dibuat untuk dilaksanakan revisi terhadap produk tersebut. Dengan adanya desain instruksional tersebut diharapkan produk yang nantinya dipergunakan dalam kegiatan instruksional sudah sesuai dengan kebutuhan dan keperluan kegiatan pengajaran.

Dalam pelaksanaan evaluasi formatif terdapat beberapa tahap yaitu sebagai berikut :

1.      Reviu

2.      Uji coba satu-satu

3.      Uji coba kelompok kecil dan

4.      Uji coba lapangan

Adapun kendala yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan evaluasi formatif adalah :

1.      Adanya kendala waktu

2.      Kurangnya biaya

3.      Untuk evaluasi satu-satu biasanya siswa cenderung tidak mau memberikan komentar yang sebenarnya tentang berbagai kekurangan yang terdapat dalam desain instruksional yang dibuat.

untuk data RPP pengembangan klik disini

 DAFTAR PUSTAKA

 

Suparman M. Atwi. 2004. Desain Instruksional. Jakarta, Pusat Penerbitan

Universitas Terbuka

http://en.wikipedia.org/wiki/Formative_evaluation

http://fakultasluarkampus.net/2007/07/evaluasi-formatif/

http://kolowesit.blogspot.com/

http://www.bpkpenabur.or.id/files/hal%20078-88%20Program%20Sekolah%20Lima%20Hari.pdf

http://sarunger.blog.friendster.com/2009/05/evaluasi-kurikulum/

http://www.beyondintractability.org/essay/formative_evaluation/

http://www.progriptek.ristek.go.id/webrut/download%20panduan/monev/Laporan%20Panduan%20Monitoring%20dan%20Evaluasi.pdf

http://www.sil.org/linguaLinks/literacy/ReferenceMaterials/GlossaryOfLiteracyTerms/WhatIsFormativeEvaluation.htm

http://www.teknologipendidikan.net/?p=5

http://zulharman79.wordpress.com/2007/08/04/evaluasi-kurikulum-pengertian-kepentingan-dan-masalah-yang-dihadapi/

 

 

 

 



PDF | DOC | DOCX


Komentar:

25 April 2011 pukul 11:03 WIB
khodijah mengatakan...
makasih infonya

15 November 2010 pukul 16:13 WIB
endah mengatakan...
makasih bwt artikel nya... maz,,, cari buku atwi suparman dimana ya? aku cari d beberapa toko buku blm ktmu... >:-( rolleyes


Kirim Komentar Anda:

Nama Anda (wajib diisi) E-Mail (tidak dipublikasikan) http:// Website, Blog, Facebook, dll (wajib diisi)


<-- isi kode di atas (wajib diisi)

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion